• Berita,  Bidang 2

    Peduli Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Berikan Alat Pencetak Paving Blok pada Desa Wonosalam dan Komposter pada SD N Tlogosih Kecamatan Kebonagung

    Plastik merupakan sebuah benda yang sangat melekat dengan diri kita. Hampir semua orang pasti menggunakan plastik dalam kehidupan sehari-hari. Dari kemasan makanan atau produk, tempat belanja, dan lain-lain berbahan dasar plastik seakan plastik sudah menjadi kebutuhan pokok manusia. Namun, plastik bukanlah benda yang dapat terus digunakan secara berulang-ulang yang kemudian pada akhirnya menjadi sampah.

    Menumpuknya sampah tentunya akan memberikan dampak negatif dalam jangka pendek maupun panjang kepada masyarakat dan lingkungan. Pembakaran merupakan salah satu cara yang diketahui masyarakat untuk mengurangi penumpukan sampah. Padahal sampah-sampah tersebut bisa menjadi suatu benda baru yang bermanfaat dan bahkan memiliki daya jual tinggi dengan cara didaur ulang.

    Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Demak sebagai pelopor solusi atas permasalahan tersebut memberikan Alat Pencetak Paving Blok pada Desa Wonosalam dan Komposter pada SD N Tlogosih Kecamatan Kebonagung hari Kamis (16/01/20) di Workshop Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Demak. Diharapkan dengan penyerahan Alat Pencetak Paving Blok dan Komposter pada SD N Tlogosih Kecamatan Kebonagung dapat mengurangi sampah terutama plastik yang ada di Desa Wonosalam dan SD N Tlogosih Kecamatan Kebonagung.

    Adapun cara pembuatan paving blok sangat mudah. Bahan yang diperlukan adalah sampah plastik, abu sekam dan cetakan. Pertama, plastik sebanyak 2kg atau 3kg dibakar hingga meleleh seperti bubur plastik menyerupai aspal. Setelah menjadi bubur kemudian dicampurkan dengan abu sekam lalu diaduk hingga merata. Kedua, masukan adonan yang sudah tercampur merata kedalam cetakan, lalu di press dengan cara manual. Terakhir, tunggu hingga mengering dan paving block siap untuk digunakan. Selain ramah lingkungan dan tentunya lebih ekonomis, paving block dari limbah plastik ini memiliki keunggulan diantaranya lebih ringan, lebih kuat, tidak mudah pecah, dan tidak licin saat terkena hujan. Selain untuk mengurangi sampah-sampah plastik yang ada, pembuatan paving block ini juga dapat untuk meningkatkan perekonomian warga desa Wonosalam karena memiliki daya tarik dan nilai jual tinggi.

    Selain itu diharapkan untuk kedepannya Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Demak dapat juga memberikan bantuan Alat Pencetak Paving Blok dan Komposter kepada Desa Desa atau sekolah sekolah yang ingin berpartisipasi menjaga lingkungan terutama yang berada di wilayah Kabupaten Demak.

  • Berita,  Bidang 2

    Pemkab Demak Gandeng FKM UNDIP Tanggulangi Stunting

    Pemerintah Kabupaten Demak benar-benar serius untuk melakukan penanganan dan pencegahan stunting. Salah satunya komitmennya adalah dengan menggandeng berbagai pihak, mulai dari perusahaan hingga akademisi. Kali ini, Pemkab menggandeng civitas academika dari fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro (FKM UNDIP).

    Selama beberapa waktu terakhir, mahasiswa dari FKM UNDIP melakukan penelitian, pendataan dan pendampingan di 10 desa lokus stunting yang ada di Kabupaten Demak. Hal tersebut terungkap dalam Diseminasi Hasil Rencana Tindak Lanjut Kegiatan Pendampingan Program Pencegahan dan Penanggulangan Stunting di Kabupaten Demak, Kamis (16/01/20) di Gedung Grhadika Bina Praja. Sekretaris Daerah Kabupaten Demak, dr. Singgih Setyono, M.Kes menuturkan, bahwa penuntasan dan penanggulangan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan saja. “Tahun 2021, Demak harus bebas stunting. Untuk mewujudkannya dibutuhkan kerjasama lintas sektoral. Semuanya harus sengkuyung dalam penuntasan dan pencegahan stunting”.

    Menurut Singgih, setiap elemen memiliki tugas masing-masing. Namun, yang pasti program penuntasan stunting harus sinergi. “Semua harus selaras. Bappeda harus membuat mapping prioritas. OPD lain harus sesuai tusinya. Termasuk Kepala Desa. Harus mengganggarkan APBDes, ADD, maupun DD untuk program stunting. PKK dan Posyandu juga harus dilibatkan”, tegasnya.

    Hal senada juga disampaikan Dosen Pendamping dari FKM UNDIP, dr.Martha Iriene Kartasurya. Menurutnya, segala upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam penanganan stunting akan percuma jika tidak didukung oleh seluruh elemen masyarakat. “Pemkab Demak telah melakukan berbagai upaya. Mulai dari mengeluarkan aturan hukum, penganggaran, hingga menggandeng pihak lain. Namun, semua percuma jika tidak didukung oleh masyarakat. Maka, saya menghimbau kepada Kades untuk bisa menggerakkan masyarakat”, tutur dr.Martha.

    Menurutnya, ada banyak faktor penyebab stunting. Mulai dari pola asuh yang salah, lingkungan, hingga tingkat kesadaran masyarakat. “1000 hari pertama kelahiran merupakan moment penting. Saya berharap seluruh elemen masyarakat bisa bersama-sama bergandengan tangan mencegah stunting. Jangan sampai masa depan anak tergadaikan hanya karena stunting”, pungkasnya.

  • Berita

    Rapat Koordinasi Penambahan Materi Penggunaan FABA di PUSJATAN

    Menindaklanjuti rencana pemanfaatan FABA yang sempat tertunda untuk pembuatan jalan di Desa Berahan Kulon Kabupaten Demak dengan menggunakan bahan FABA dari PLTU Tanjung Jati B Jepara, Dinas Lingkungan Hidup yang diwakilkan oleh Sekretaris Dinas mengikuti Rapat Koordinasi Penambahan Materi Penggunaan FABA di PUSJATAN pada hari Kamis-Jumat (16-17/01/20) di RM. Maribu, Jl. Shima, Jepara.

    Adapun peserta pada Rapat Koordinasi Penambahan Materi Penggunaan FABA di PUSJATAN antara lain dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Demak (DINPUTARU), Konsultan CV. Mahottama, Perwakilan dari Lab. Bahan dan Konstruksi UNDIP, Perwakilan PT. Matshusita Bandung.

    Adapaun agenda pada kegiatan adalah : Pembahasan Materi Usulan ke PUSJATAN dan Pembuatan Time Schedule Pelaksanaan.