Kerja Bakti di Desa Mlaten Untuk Pembinaan Lomba to Propinsi di Desa Mlaten

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kerja Bakti di Desa Mlaten Untuk Pembinaan Lomba to Propinsi di Desa Mlaten diadakan oleh warga desa Mlaten dibantu oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Demak pada tanggal 14 Juni 2019.

Mlaten adalah desa di kecamatan Mijen, Demak, Jawa Tengah, Indonesia.rata rata masyarakatnya bekerja sebagai pedagang, petani,wirausaha. Mayoritas beragama islam. Kebanggaan desa mlaten adalah mesjid, terletak d selatan dan utara. Masyarakatnya yang terkenal ramah dan tamah,menjadikan desa mlaten menjadi desa yang aman dan tentram. Itulah alasan Desa Mlaten terpilih untuk pembinaan lomba to propinsi di Desa Mlaten.

Untuk persiapan lomba desa, diminta seluruh lapisan masyarakat dapat pro aktif dalam mendukung persiapan hingga pelaksanaan lomba desa. Kepala Desa juga mengajak seluruh masyarakat untuk bekerja sama demi kemajuan dan kesejahteraan bersama. Dan tujuan dilaksanakannya lomba tersebut adalah untuk menciptakan lingkungan bersih dan nyaman disekitar pemukiman warga, meningkatkan rasa kepedulian masyarakat akan kebersihan lingkungan dan mempererat tali silahturahmi antar warga.

credit : https://jogjaprov.go.id/berita/detail/lomba-desa-merupakan-sarana-evaluasi-perkembangan-desakelurahan

https://jogjaprov.go.id/berita/detail/lomba-desa-merupakan-sarana-evaluasi-perkembangan-desakelurahan

Darurat Sampah Plastik, Pemda Giatkan Bank Sampah

Kenyataan bahwa sampah plastik baru terurai setelah 200 tahun sungguh memprihatinkan. Maka tak heran jika kini sampah plastik menjadi masalah dunia. Tak terkecuali di Indonesia, masalah sampah plaatik masih menjadi ‘PR’ yang belum terselesaikan di sebagian wilayahnya. Sehubungan dampak negatifnya sebagai penyumbang kerusakan lingkungan.

Alih-alih mengurangi penggunaan produk plastik, Indonesia justru turut menjadi penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia setelah China. Bahkan perairan (laut) pun kini telah tercemari sampah plastik, hingga partikel-partikel kecil sampah plastik yang tak terurai termakan ikan.

Pada Deklarasi dan Komitmen Bersama Strategi Pengurangan Sampah Plastik Melalui Mini Model Bank Sampah di Kabupaten Demak tanggal 12 Juni 2019, Kepala Dinas Lingkungan Hidup H Agus Musyafak menyampaikan, jika diestimasi setiap orang menghasilkan timbunan sampah 0.6 kg/hari, maka jika di Kabupaten Demak ada sekitar 1,2 juta jiwa penduduk, kurang lebih akan terkumpul sampah 684.405 kilogram setiap harinya. Parahnya lagi, sebanyak 79.504 m3 atau 58,25 persennya merupakan sampah plastik.

Lebih dati itu, saat ini baru 11,75 persen penduduk di Demak tertangani sampahnya. Sedangkan hampir 90 persen sisanya tak terjangkau. Karena kondisi darurat sampah tersebut, maka tidak bisa tidak, masyarakat harus diajak mengelola sampah utamanya sampah plastik. Mulai dari hal terkecil di sekitarnya. Seperti rumah, lingkungan tempat tinggal, sekolah, tempat kerja, baru kemudian tempat umum.

Tentunya dengan cara memilah sesuai jenis. Di samping menumbuhkan 3R atau mengurangi, menggunakan lagi dan mendaur ulang. Pada saat sama, Sekda dr H Singgih Setyono menuturkan, sampah bisa diatasi asalkan kita mau. Antara lain dengan meninggalkan paradigma lama yang hanya mengumpulkan, mengangkut dan membuang sehingga menyebabkan TPA cepat penuh.

“Ganti dengan kebiasan baru yakni memilah terlebih dulu sebelum dikumpulkan, tntunya memilah dengan metode 3R. Baru kemudian diangkut dan dibuang sesuai UU Nomor 18/2009 tentang memilah, mengumpulkan, mengangkut dan membuang sampah,” kata sekda.

Langkah berikutnya, adalah membentuk Mini Bank Sampah di setiap OPD dan lingkungan masyarakat. Sebagai salah satu solusi di samping membuat TPA yang diperbesar. Lengkap dengan teknologi agar sampah tidak cepat menumpuk.

“Selain mengurangi timbunan sampah di TPA, sampah yang dipilah dan masuk mini bank sampah dapat dikelola dan diproses menjadi produk bermanfaat,” ujarnya.

Di sisi lain, seluruh stakeholder pengelolaan sampah, mulai dari pemerintah, swasta dan perorangan harus saling sinergi dan komitmen mengurangi sampah.

credit : https://wawasan.co/news/detail/9486/darurat-sampah-plastik-pemda-giatkan-bank-sampah