• Berita

    Rakor Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular di Kabupaten Demak

    Dalam rangka menurunkan angka kesakitan dan kematian serta mencegah penyakit menular dan tidak menular khususnya di kabupaten Demak, Pemkab Demak melalui Dinas kesehatan Kabupaten Demak menggelar Pertemuan koordinasi Lintas Sektor Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Tingkat Kabupaten Demak tahun 2020, di Gedung Gradhika Bina Praja Demak, Rabu,(26/02/20).

    Hadir secara langsung Bupati Demak, HM Natsir bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Demak, Dr. Singgih Setyono, M.Kes, Forkopimda Kabupaten Demak serta para Kepala Puskesmas dan PKK se Kabupaten Demak.

    Dalam Sambutannya, Bupati Demak HM Natsir mengatakan Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang menjadi tanggung jawab setiap orang, keluarga, masyarakat. Oleh karenanya, upaya peningkatan kesehatan harus dilakukan secara berkesinambungan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat utamanya dalam bentuk pencegahan penyakit.

    ”Saya berharap, selepas kegiatan ini kita bisa bergerak bersama, menyatukan langkah untuk bisa menurunkan angka kesakitan dan kematian penyakit menular. Terus berikan pemahaman dan masyarakat terkait cara penularan dari penyakit tersebut. Jangan pernah bosan untuk menyadarkan masyarakat bagaimana mencuci tangan dengan benar Perilaku Hidup Bersih dan Sehat merupakan kunci dari menangkal segala jenis penyakit menular”, Ungkapnya.

    Sementara itu, dalam pengarahannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Demak, dr. Singgih Setyono mengatakan lima penyakit menular terbesar di Kabupaten demak yaitu TBC, DBD, HIV, AIDS, LEPTOSPIROSIS dan FILARIASIS. Menurutnya, ada empat faktor yg mempengaruhi status kesehatan pribadi dan masyarakat yaitu lingkungan, perilaku masyarakat, pelayanan kesehatan dan genetik atau keturunan.

    “Untuk memberikan Solusi dari persoalan ini yaitu dengan komitmen Semua Pihak, Kendalikan Faktor-faktor utama yang mempengaruhi status kesehatan, Lakukan secara masif trus menerus di semua lapisan masyarakat, penilaian desa sehat dan kecamatan sehat”.

    Data penyakit menular Kabupaten Demak tahun 2019 tertinggi yaitu kecamatan Bonang, dengan Kasus peyakit TBC 124 orang, DBD 19 orang, HIV 1 orang, Lepto 15 orang dan Filariasis tahun1995 sampai 2020 sebanyak 11 orang. (Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Demak)

  • Berita

    Rapat Koordinasi Open Data dan Data Spasial Menuju Satu Data Demak 2020

    Bertempat di Ruang Rapat Wakil Bupati Demak pada hari Rabu, tanggal 26 Februari 2020 (26/02/20) Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Demak menghadiri undangan Rapat Koordinasi Open Data dan Data Spasial Menuju Satu Data Demak 2020.

    Pada Rapat Koordinasi Open Data dan Data Spasial Menuju Satu Data Demak 2020 Dinas Lingkungan Hidup diwakili oleh Sekretaris Dinas, Kasubag Program dan Keuangan serta Admin Web PPID. Selain itu, dalam Rapat Koordinasi Open Data dan Data Spasial Menuju Satu Data Demak 2020, dihadiri dan dipimpin oleh Sekda Demak Singgih Setyono, Kadinas Kominfo Endah Cahya rini didampingi unsur struktural dibawahnya.

    Tujuan rapat koordinasi yang diikuti 124 undangan selain untuk evaluasi kinerja Dinkominfo tahun 2019 bermaksud untuk bersama sama membangun sebuah komitmen untuk satu data Demak. Hal ini disampaikan Kadinas Kominfo Endah Cahyarini saat menyampaikan lapiranya. ” pada kesempatan pertemuan hari ini akan diserahkan SK admin PPID pada peserta yang duserahkan langsung oleh bapak Sekda, adapun nama nama admin yang sudah tercantum dalam surat keputusan tersebut akan menerima Honor tiap bulanya Rp. 250.000, Hendaknya apa yang didapatkan tiap bulan dapat meningkatkan kinerja dan semangat dalam tugas” papar Endah.

    Sementara Sekda Demak Singgih Setyono dalam sambutanya menekankan adanya semangat dan komitmen dalam memenuhi target pekerjaan, dengan landasan tersebut segala pekerjaan akan membuahkan hasil yang maximal. ” contoh yang sudah terbukti LPPD mendapat predikat baik, SPBE Demak peringkat dua (2) tingkat Jawa tengah dan Nasional dengan kategori sangat baik dan indeks prestasi 3.74 dari yang ditentukan nilai 4, belum lagi Peringkat 10 besar dalam KI award sebagai kabupaten menuju informatif , hal ini sungguh luar biasa dan patut dibanggakan kita semua” jelas Sekda.( kominfo)