• Berita,  Bidang 1,  Bidang 2,  Bidang 3

    Kerja Bakti Jum’at Bersih Dinas Lingkungan Hidup

    Jumat, 08 Mei 2020 (08/05/20) dalam suasana Ramadhan segenap unsur Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Demak bergotong royong melaksanakan kerja bakti dalam agenda jumat bersih. Kerja bakti ini diikuti mulai dari Kepala Dinas, Sekretaris Dinas, para Kepala Bidang, Kasi, Kasubag dan pegawai honorer Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Demak.

    Kerja bakti ini dilaksanakan di Taman Kali Tuntang Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Demak. Kerja bakti kali ini melibatkan satu unit mobil box untuk mengangkut sampah kerja bakti kali ini.

    Kegiatan kerja bakti ini dilaksanakan dalam rangka menjaga lingkungan taman Kali Tuntang bagian Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Demak agar senantiasa terlihat rapih dan bersih sehingga akan nampak nyaman dan indah.

  • Berita

    Tekan Harga Pasaran dengan 4 Ton Gula Pada Operasi Pasar

    Bupati Demak HM. Natsir secara simbolis menyerahkan 2 kg gula pasir kepada warga yang membeli gula pasir saat operasi pasar di pasar bintoro Demak, Selasa (5/5). Operasi pasar diselenggarakan atas kerjasama PT. Industri Gula Nusantara Kendal dengan Satgas pangan Jateng dan Dinas Perindag Provinsi Jateng bertujuan untuk mengendalikan harga gula pasir yang melambung naik hingga 50 % kurun waktu 2 bulan ini. Turut mendampingi bupati Kadinperindag Demak Iskandar Zulkarnain dan Kabag Perekonomian Edy Suntoro.

    Kepala Dinperindag propinsi M. Arif Sambodo mengatakan, guna untuk memenuhi kebutuhan gula oleh masyarakat serta menekan harga gula dipasaran pihaknya merasa perlu untuk melakukan operasi pasar. ” Untuk wilayah Demak kami telah menyiapkan 4 ton gula untuk 2000 konsumen dan hari ini secara dimbolis diawali penyerahan oleh bapak bupati kepada warga pembeli”.

    ” Selain untuk memenuhi kebutuhan gula masyarakat juga dimaksudkan untuk mebekan harga gula dipasaran, yang saat ini harganya mencapai Rp. 17.000,-/kg. semestinya berdasr Harga Eceran Tertinggi ( HET) harga per kilo gram Rp. 12.500,- “, Jelas M. Arif.

    Kepala Dinperidag Demak Iskandar Zukarnain mengatakan, bagi masyarakat yang membeli gula murah ini sebelumnya mendapat kupon dan masing masing mereka berhak membeli 2 kg gula. Pembatasan pembelian diberlakukan agar tidak dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. ” Mereka membayar Rp. 25.000,- dan mendapat 2 kg gula. Harga dipasaran sudah mencapai rp. 17.000 bahkan sebelumnya rp. 18.000, per kg” jelas Iskandar.

    Jangan Ngeyel

    Sementara itu Bupati Demak HM Natsir saat dilokasi pasar bintoro menyampaikan, bahwa saat ini merupakan masa masa sulit bagi seluruh masyarakat ditengah pandemi wabah Covid-19. Dampak pandemi wabah Nasional membawa pengaruh pada kenaikan harga untuk kebutuhan.

    ” Kita semua terdampak oleh pandemi Covid tidak terkecuali, ditengah tengah masa pandemi ini membawa pengaruh pada kenaikan harga kebutuhan termasuk gula pasir. Untuk itu pemerintah berupaya
    agar harga gula dipasaran dapat stabil kembali degan melakukan operasi pasar dibulan ramadhan mendekati Lebaran. harga bulan puasa mendekati lebaran”. Jelas bupati Natsir.

    Bupati berharap wabah corona dapat segera berakhir agar tidak menyusahkan masyarakat. Namun untuk menghancurkan Covid-19 harus dilawan bersama sama. Dengan cara masyarakat mengikuti imbauan pemerintah termasuk anjuran untuk beribadah dirumah.

    ” Janganlah diributkan, janganlah ngeyel dan seenaknya sendiri menanggapi imbauan pemerintah dengan beragam argumen. Bahkan membantah aturan yang ditetapkan pemerintah dengan mencari pembenaran diri”.

    ” Marilah kita sadari bersama untuk kebaikan bersama pula. Tidak ada imbauan atau aturan pemerintah yang menjerumuskan rakyatnya. Sekali lagi mari lawan Covid bersama agar segera hilang dan kita semua kembali tenang ” tegas bupati.(kominfo)

  • Berita

    Dampak Covid-19 Angkutan Sepi Penumpang

    Wabah Covid-19 berdampak pada semua lini kehidupan karena penularannya yang sangat mudah. Termasuk angkutan umum yang biasa beroperasi melayani penumpang. Keberadaan angkutan di masa pandemi Covid-19 sangatlah berkurang. Hal tersebut dipicu oleh himbauan pemerintah kepada masyarakat untuk tetap di rumah kecuali bepergian untuk hal yang sangat penting.

    Para awak bus sangat merasakan dampak yang yang besar dari sepinya penumpang yang malakukan perjalanan, karena hal tersebut jelas sangat mengurangi bahkan menghilangkan penghasilan mereka. Seperti yang dirasakan oleh Suparto (46) seorang sopir bus angkutan umum jurusan Jepara – Semarang yang akan pulang ke garasi sebelum jam trayek berakhir. “Sebenarnya kami ingin tetap bekerja, tapi penumpang sangat sepi untuk saat-saat ini, sehingga kami enggan untuk nrayek. Penghasilan kami selalu habis di jalan hanya untuk membeli BBM. Kami sering pulang lebih awal, karena sepinya penumpang.” Keluhnya.

    Di sisi lain penumpang juga merasakan sulitnya mendapatkan angkutan umum untuk bepergian, terutama bagi yang harus tetap masuk kerja. Salah satunya adalah Tutik (32) seorang karyawati sebuah pabrik di kawasan Kalikondang. Dia merasa kesulitan mendapatkan angkutan umum baik berangkat maupun pulang kerja. “Belum tentu saya bisa mendapatkan bus setelah menunggu dalam waktu 20 menit. Saat sekaramg ini jarang sekali bus yang lewat. Kalau pun ada saya naiki, pasti lama sampai tujuannya, karena sering ngetem untuk mencari penumpang.” Ungkap Tutik.

    Bus yang melaju dari Semarang menuju Jepara tersebut hanya membawa lima penumpang dengan kecepatan 40 – 60 km / jam pada Selasa (5/5). Melihat kondisi tersebut, tentu menggambarkan betapa lesunya angkutan umum di tengah pandemi covid-19 saat ini. Dari gambaran tersebut pemerintah melalui Dinas terkait mungkin bisa memberikan solusi terbaik. Sehingga masyarakat baik penumpang maupun awak bus tetap merasa nyaman dalam menjalankan semua aktivitas. (mk)