Berita,  Bidang 2

Pemkab Demak Gandeng FKM UNDIP Tanggulangi Stunting

Pemerintah Kabupaten Demak benar-benar serius untuk melakukan penanganan dan pencegahan stunting. Salah satunya komitmennya adalah dengan menggandeng berbagai pihak, mulai dari perusahaan hingga akademisi. Kali ini, Pemkab menggandeng civitas academika dari fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro (FKM UNDIP).

Selama beberapa waktu terakhir, mahasiswa dari FKM UNDIP melakukan penelitian, pendataan dan pendampingan di 10 desa lokus stunting yang ada di Kabupaten Demak. Hal tersebut terungkap dalam Diseminasi Hasil Rencana Tindak Lanjut Kegiatan Pendampingan Program Pencegahan dan Penanggulangan Stunting di Kabupaten Demak, Kamis (16/01/20) di Gedung Grhadika Bina Praja. Sekretaris Daerah Kabupaten Demak, dr. Singgih Setyono, M.Kes menuturkan, bahwa penuntasan dan penanggulangan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan saja. “Tahun 2021, Demak harus bebas stunting. Untuk mewujudkannya dibutuhkan kerjasama lintas sektoral. Semuanya harus sengkuyung dalam penuntasan dan pencegahan stunting”.

Menurut Singgih, setiap elemen memiliki tugas masing-masing. Namun, yang pasti program penuntasan stunting harus sinergi. “Semua harus selaras. Bappeda harus membuat mapping prioritas. OPD lain harus sesuai tusinya. Termasuk Kepala Desa. Harus mengganggarkan APBDes, ADD, maupun DD untuk program stunting. PKK dan Posyandu juga harus dilibatkan”, tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Dosen Pendamping dari FKM UNDIP, dr.Martha Iriene Kartasurya. Menurutnya, segala upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam penanganan stunting akan percuma jika tidak didukung oleh seluruh elemen masyarakat. “Pemkab Demak telah melakukan berbagai upaya. Mulai dari mengeluarkan aturan hukum, penganggaran, hingga menggandeng pihak lain. Namun, semua percuma jika tidak didukung oleh masyarakat. Maka, saya menghimbau kepada Kades untuk bisa menggerakkan masyarakat”, tutur dr.Martha.

Menurutnya, ada banyak faktor penyebab stunting. Mulai dari pola asuh yang salah, lingkungan, hingga tingkat kesadaran masyarakat. “1000 hari pertama kelahiran merupakan moment penting. Saya berharap seluruh elemen masyarakat bisa bersama-sama bergandengan tangan mencegah stunting. Jangan sampai masa depan anak tergadaikan hanya karena stunting”, pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *