Pengambilan Sampel Air Limbah di PT. NBI Karangtengah

Dalam rangka menyeragamkan teknik pengambilan contoh air limbah sebagaimana telah ditetapkan dalam Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 02 Tahun 1988 tentang Baku Mutu Air dan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 37 Tahun 2003 tentang Metoda Analisis Kualitas Air Permukaan dan Pengambilan Contoh Air Permukaan, maka dibuatlah Standar Nasional Indonesia (SNI) tentang Air dan air limbah – Bagian 59: Metode pengambilan contoh air limbah. SNI ini diterapkan untuk teknik pengambilan contoh air limbah sebagaimana yang tercantum di dalam Keputusan Menteri tersebut.

Metoda ini digunakan untuk pengambilan contoh air guna keperluan pengujian sifat fisika dan kimia air limbah. Metode berikut menggunakan acuan SNI 6989.59:2008. Hari ini tepatnya tanggal 13 Juni 2019 staf dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Demak melakukan pengambilan sampel air limbah di PT. NBI Karangtengah, Kecamatan Karangtengah, Kab.upaten Demak.

Tujuan dari pengambilan sampel / contoh adalah untuk mengumpulkan sebagian material / bahan dalam volume yang cukup kecil yang mewakili material / bahan yang akan diperiksa secara tepat / teliti untuk dapat dibawa dengan mudah dan diperiksa di laboratorium.
Hal ini berarti bahwa perbandingan atau konsentrasi relatif yang tepat dari semua komponen dalam sampel akan sama seperti dalam material yang disampling, serta tidak mengalami perubahan-perubahan yang berarti dalam komposisinya sebelum pemeriksaan dilakukan.
Untuk mendapatkan sampel yang mewakili diperlukan seorang pengambil sampel yang dapat / mampu melakukan prosedur pengambilan dan pengawetan sampel dengan baik, agar hasil uji laboratorium nantinya merupakan hasil uji yang dapat dipertanggungjawabkan kualitas dan kuantitasnya. Kemungkinan kandungan pada sampel dapat hilang secara keseluruhan atau sebagian jika prosedur pengambilan dan pengawetan sampel yang baik tidak diikuti dengan benar.
Pada waktu pengambilan sampel air dilakukan pemeriksaan parameter air yang harus dilakukan segera / dilakukan dilapangan seperti : pemeriksaan fisika, pH, sisa Chlor.

Persyaratan alat pengambil contoh
Alat pengambil contoh harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  • a) terbuat dari bahan yang tidak mempengaruhi sifat contoh;
  • b) mudah dicuci dari bekas contoh sebelumnya;
  • c) contoh mudah dipindahkan ke dalam botol penampung tanpa ada sisa bahan tersuspensi di dalamnya;
  • d) mudah dan aman di bawa;
  • e) kapasitas alat tergantung dari tujuan pengujian.

Jenis alat pengambil contoh

a) Alat pengambil contoh sederhana

Alat pengambil contoh sederhana dapat berupa ember plastik yang dilengkapi dengan tali atau gayung plastik yang bertangkai panjang.

  1. Botol biasa yang diberi pemberat yang digunakan pada kedalaman tertentu.
  2. Alat pengambil contoh air otomatis

Alat ini dilengkapi alat pengatur waktu dan volume yang diambil, digunakan untuk contoh gabungan waktu dan air limbah, agar diperoleh kualitas air rata-rata selama periode tertentu

Alat pengukur parameter lapangan
Peralatan yang perlu dibawa antara lain:

  1. DO meter atau peralatan untuk metode Winkler;
  2. pH meter;
  3. turbidimeter;
  4. konduktimeter;
  5. termometer; dan
  6. 1 set alat pengukur debit.

CATATAN Alat lapangan sebelum digunakan perlu dilakukan kalibrasi.

  • Alat pendingin, Alat ini dapat menyimpan contoh pada 4°C ± 2°C, digunakan untuk menyimpan contoh untuk pengujian sifat fisika dan kimia.
  • Alat ekstraksi (corong pemisah), Corong pemisah terbuat dari bahan gelas atau teflon yang tembus pandang dan mudah memisahkan fase pelarut dari contoh.
  • Alat penyaring, Alat ini dilengkapi dengan pompa isap atau pompa tekan serta dapat menahan saringan yang mempunyai ukuran pori 0,45 ìm.

Bahan kimia untuk pengawet. Bahan kimia yang digunakan untuk pengawet harus memenuhi persyaratan bahan kimia untuk analisis dan tidak mengganggu atau mengubah kadar zat yang akan di uji.

Persyaratan wadah contoh, Wadah yang digunakan untuk menyimpan contoh harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  • a) terbuat dari bahan gelas atau plastik poli etilen (PE) atau poli propilen (PP) atau teflon (Poli Tetra Fluoro Etilen, PTFE);
  • b) dapat ditutup dengan kuat dan rapat;
  • c) bersih dan bebas kontaminan;
  • d) tidak mudah pecah;
  • e) tidak berinteraksi dengan contoh.

Persiapan wadah contoh
Lakukan langkah-langkah persiapan wadah contoh, sebagai berikut:

  • a) Untuk menghindari kontaminasi contoh di lapangan, seluruh wadah contoh harus benar­benar dibersihkan di laboratorium sebelum dilakukan pengambilan contoh.
  • b) Wadah yang disiapkan jumlahnya harus selalu dilebihkan dari yang dibutuhkan, untuk jaminan mutu, pengendalian mutu dan cadangan.
  • c) Jenis wadah contoh dan tingkat pembersihan yang diperlukan tergantung dari jenis contoh yang akan diambil, sebagai berikut:

Wadah contoh untuk pengujian senyawa organik yang mudah menguap (Volatile Organic Compound, VOC)apkan wadah contoh untuk senyawa organik yang mudah menguap, dengan langkah kerja sebagai berikut:

  • a) cuci gelas vial, tutup dan septum dengan deterjen. Bilas dengan air biasa dan kemudian bilas dengan air bebas analit;
  • b) bilas dengan metanol berkualitas analisis dan dikeringkan selama 1 jam;
  • c) keluarkan vial dan biarkan mendingin dalam posisi terbalik di atas lembaran aluminium foil;
  • d) setelah vial dingin, putar tutup dan septum untuk menutup vial tersebut.

CATATAN Untuk mencegah kontaminasi saat pencucian wadah contoh yang akan digunakan untuk analisa organik, harus dihindari penggunaan sarung tangan plastik atau karet dan sikat.

  • Wadah contoh untuk pengujian senyawa organik yang dapat diekstraksi
  • Siapkan wadah contoh untuk senyawa organik yang dapat diekstraksi, dengan langkah kerja sebagai berikut:
  • cuci botol gelas dan tutup dengan deterjen. Bilas dengan air kemudian dengan air bebas analit;
  • masukkan 10 mL aseton berkualitas analisis ke dalam botol dan rapatkan tutupnya, kemudian kocok botol dengan baik agar aseton tersebar merata dipermukaan dalam botol serta mengenai lining teflon dalam tutup.
  • buka tutup botol dan buang aseton dan biarkan botol mengering dan kemudian kencangkan tutup botol agar tidak terjadi kontaminasi baru.

Credit : http://www.indonesian-publichealth.com/prosedur-pengambilan-contoh-air-limbah/

http://ripanimusyaffalab.blogspot.com/2010/01/pengambilan-dan-pengiriman-sampel-air.html

Deklarasi dan Komitmen Bersama Strategi Pengurangan Sampah Plastik Sampah di Kabupaten Demak

 

Deklarasi dan Komitmen Bersama Strategi Pengurangan Sampah Plastik Melalui Mini Model Bank Sampah di Kabupaten Demak dilaksanakan hari Rabu Tanggal 12 Juni 2019 di gedung Griya Bina Praja dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah beserta tamu undangan.

Di acara Pengurangan Sampah Plastik Melalui Mini Model Bank Sampah di Kabupaten Demak dipaparkan beberapa materi terkait sampah terutama sampah plastik di Kabupaten Demak dan upaya pengurangan sampah plastik.

Di awal acara sambutan diberikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup bapak Drs Agus Musyafak., M.Si dan dilanjutkan materi oleh Sekretaris daerah bapak dr. Singgih Setyono., M.Kes mepaparkan tentang tentang bahaya sampah terutama sampah plastik dan cara pengurangannya.

Latar Belakang dari acara Pengurangan Sampah Plastik Melalui Mini Model Bank Sampah di Kabupaten Demak adalah Visi Kabupaten Demak “Terwujudnya Masyarakat Demak yang Agamis, lebih Sejahtera, Mandiri, Maju, Kompetitip, Kondusif, Berkepribadian, dan Demokratis” dan Misi Kabupaten Demak “Mewujudkan kelestarian lingkungan hidup dalam pengelolaan sumberdaya alam”. sedangkan fungsi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Demak adalah “Penyusunan kebijakan bidang lingkungan hidup”, “Pelaksanaan kebijakan bidang lingkungan hidup”, “Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan bidang lingkungan hidup”.

Acara Pengurangan Sampah Plastik Melalui Mini Model Bank Sampah di Kabupaten Demak berjalan khidmat dan aman, tentram mulai dari penyamputan sampai akhir penyampaian.

Halal Bihalal Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Demak

Halal bi halal sudah menjadi tradisi di Indonesia. Walaupun kata halal bi halal merupakan kata dari Bahasa Arab, namun orang Arab tidak akan mengerti maknanya karena halal bi halal ini hanya ada di Indonesia dan merupakan kreasi sendiri orang Indonesia.

Makna halal bi halal bertujuan untuk menciptakan keharmonisan antar sesama manusia terutama para pegawai dan para kepala atau ketua di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Demak.

Makna halal bi halal yaitu silaturahmi dan saling memaafkan. Seperti yang telah dilakukan keluarga besar Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Demak di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Demak pada hari Senin tanggal 10 Juni 2019, halal bi halal kegiatan silaturahmi ini sering dilakukan di Dinas Lingkungan Hidup.

Dengan bersalaman mengandung pesan :

– Menyebarkan nilai perdamaian

– Simbol saling memaafkan

Makna halal bi halal tentunya lebih dipahami oleh orang Indonesia sebagai pencetus istilah halal bi halal ini. Walaupun kata tersebut diambil dari Bahasa Arab, halal bi halal merupakan kreasi orang Indonesia dari zaman dulu. Kata ini dipakai sebagai pengganti istilah silaturahmi dan telah menjadi tradisi di Indonesia saat lebaran.

Halal merupakan lawan kata dari haram. Jadi dari segi hukum makna halal bi halal memberikan kesan bahwa akan terbebas dari dosa seseorang yang melakukannya. Jadi makna halal bi halal menurut tinjauan hukum, membuat sikap yang haram menjadi halal atau tidak berdosa lagi. tentunya hal ini harus didukung dengan saling memaafkan secara lapang dada.

Selain itu, kata halal menurut tinjauan bahasa atau linguistik berasal dari kata halla atau halala. Makna halal bi halal dalam hal ini adalah menyelesaikan masalah atau kesulitan, meluruskan benang kusut, mencairkan yang membeku, melepaskan ikatan yang membelenggu. Dengan melaksanakan halal bi halal untuk silaturahmi dan saling memaafkan, maka seseorang akan menemukan hakikat idul fitri.

credit : https://www.liputan6.com/ramadan/read/3982118/ini-makna-halal-bi-halal-berdasarkan-al-quran-dan-hadits