Waspada Fenomena Bediding, Udara Dingin Khas Musim Kemarau
Demak – Memasuki puncak musim kemarau, masyarakat mulai merasakan suhu udara yang lebih dingin, terutama pada malam hingga pagi hari. Fenomena ini dikenal dengan istilah bediding, yaitu kondisi udara yang terasa sangat dingin akibat proses alamiah saat musim kemarau.
Bediding terjadi ketika langit cerah tanpa awan, kelembapan udara rendah, dan angin bertiup lemah. Pada malam hari, permukaan bumi melepaskan panas ke atmosfer dengan cepat sehingga suhu udara di sekitar permukaan turun lebih rendah dibandingkan biasanya. Kondisi ini umumnya berlangsung pada periode Juni hingga Agustus, meskipun dapat terjadi lebih lama bergantung pada kondisi cuaca.
Selain membuat udara terasa sejuk, bediding juga ditandai dengan udara yang lebih kering dan embun yang muncul pada pagi hari. Bagi sebagian orang, terutama anak-anak, lansia, dan mereka yang memiliki riwayat penyakit pernapasan, perubahan suhu ini dapat memicu gangguan kesehatan seperti batuk, pilek, atau sesak napas.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Demak, Mulyanto, A.P., M.Si., M.H., mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kesehatan selama fenomena bediding berlangsung serta ikut menjaga kualitas udara.
“Bediding merupakan fenomena alam yang normal saat musim kemarau. Namun, masyarakat perlu menjaga kondisi tubuh sekaligus menghindari aktivitas yang dapat mencemari udara, seperti membakar sampah, agar kualitas lingkungan tetap terjaga," ujar Mulyanto.
DLH Kabupaten Demak mengajak masyarakat untuk menerapkan beberapa langkah sederhana selama bediding, antara lain:
- Menggunakan pakaian hangat saat malam dan pagi hari.
- Menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi dan beristirahat cukup.
- Memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih yang cukup.
- Menghindari paparan asap rokok dan tidak melakukan pembakaran sampah karena dapat memperburuk kualitas udara.
Melalui kepedulian bersama terhadap kesehatan dan lingkungan, masyarakat dapat menjalani musim kemarau dengan lebih nyaman sekaligus menjaga kualitas udara tetap bersih.
Jaga lingkungan, jaga masa depan. Lingkungan yang sehat menjadikan udara tetap segar dan masyarakat semakin kuat.
Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Demak, 2026.
